Tuesday, November 5, 2013

Cara Merawat Anakan Burung Cendet

Cara Merawat Anakan Burung Cendet, Pentet, Toet. Banyak trik merawat cendet trotolan yang bisa dilakukan secara menyenangkan. Misalnya, memberi makan di luar sangkar, melatih burung agar mau melompat ke tangan kita, melatih agresivitas cendet dengan memberinya pakan hidup di luar sangkar, dan sebagainya.
Melalui pelatihan dan perawatan seperti itu, cendet ketika dewasa nanti akan memiliki mental / keberanian yang bagus. Selain itu, cendet bisa dilatih untuk berkicau di luar sangkar atau melatihnya berkicau di atas tangan kita, tanpa rasa khawatir burung akan lepas atau kabur.

Selain itu, merawat cendet sejak trotolan memungkinkan Anda untuk memasternya sejak dini. Sebab, burung yang masih trotolan lebih cepat merekam suara apapun yang sering didengarnya ke dalam memorinya.
Agar hasilnya lebih efektif, pemasteran cendet trotolan sebaiknya dilakukan di dalam ruangan. Dalam hal ini, cendet trotolan dimasukkan dalam ruangan bersama burung-burung master lainnya memang. Pemasteran di dalam ruangan akan menimbulkan suara yang jelas, karena adanya pantulan gelombang suara, sehingga cendet pun bisa lebih mudah merekam suara-suara burung master.

Jarak antara cendet trotolan dan burung master sebaiknya sekitar 1,5 – 2 meter. Jarak ini cukupan, dalam arti tidak terlalu jauh yang membuat suara kurang terdengar jelas, namun juga tidak terlalu dekat yang membuat suara masteran terdengar begitu keras dan malah membuat cendet tidak fokus.
Burung master yang bisa digunakan untuk memaster cendet trotolan antara lain cucak jenggot, love bird, cililin, burung gereja tarung, branjangan, ciblek, kenari, dan jalak suren. Suara lain non-burung juga bisa Anda gunakan, misalnya belalang. Yang perlu diperhatikan, burung master yang digunakan mestinya sudah dalam kondisi gacor

Dalam perawatannya, jangan takut burung bakal menjadi manja alias miyik. Sebab cendet trotolan, terutama yang berjenis kelamin jantan, jarang sekali memiliki karakter seperti itu. Kalaupun mereka telanjur memiliki sifat miyik, maka setelah berganti bulu / berusia dewasa, sifat tersebut akan hilang dengan sendirinya.
ada beberapa faktor yang bisa membuat cender manja, yaitu :
  1. Burung yang kekurangan protein.
  2. Burung muda / trotolan yang dipertemukan dengan burung sejenis.
  3. Faktor lain seperti emosi atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perawatan.
Karena itu, jika Anda memiliki cendet yang masih berusia muda / trotolan, sebaiknya jangan mempertemukan mereka dengan burung sejenis.
Semoga bermanfaat.

Ketentuan berkomentar :

- Dilarang menautkan link aktif maupun mempastekan link mati, karena komentar yang disertai promosi URL tidak akan pernah tampilkan

- Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT), promosi, dan komentar-komentar yang anda tidak suka jika hal itu terjadi di blog anda sendiri, karena komentar seperti itu tidak akan pernah ditampilkan